Selasa, 29 Oktober 2013

FILM FITNA BENAR-BENAR BIKIN FITNAH

Politisi Belanda rilis film Fitna
Geert Wilders
Geert Wilders menyatakan al-Qur'an naskah 'fasis'
Politisi sayap kanan Belanda, Geert Wilders mengirimkan film kontroversialnya Fitna yang kritis terhadap al-Qur'an ke internet.
Video dengan durasi 17 menit itu memuat potongan ayat-ayat Al-Quran di antara gambar pidato ulama radikal Islam, dan juga gambar-gambar tindak kekerasan.
Video tersebut dimuat di situs video sharing LiveLeak.
Film berjudul Fitna itu dirilis meskipun himbauan dari pemerintah Belanda agar tidak dilanjutkan.
Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende mengatakan, film itu secara keliru mempersamakan Islam dengan tindak kekerasan.
Kami yakin [film] itu tidak memiliki tujuan lain, kecuali menyinggung
Jan Peter Balkenende
Perdana Menteri Belanda
"Kami yakin [film] itu tidak memiliki tujuan lain, kecuali menyinggung," kata PM Balkenende dalam suatu pernyataan.
Berita bahwa video itu sedang dibuat telah mengundang protes di sejumlah negara Muslim.
Wartawan BBC Geraldine Coughlan dari Den Haag melaporkan, Geert Wilders mengatakan, dia tidak menghendaki filmnya menjadi provokasi.
Sebaliknya, dia ingin membicarakannya dalam perdebatan dengan umat Islam.
Film Fitna dimulai dengan gambar al-Qur'an dan gambar-gambar Serangan 11 September 2001 di New York.
Film ini memuat rangkaian klip yang mengguncang perasaan dari arsip media dan headline berita, serta pendapat Geert Wilders, 44 tahun, bahwa Islam berbahaya bagi Barat.
Pada hari Jumat, seorang hakim Belanda menyidangkan petisi sebuah organisasi muslim yang menghendaki peninjauan independen atas film Fitna, untuk menyimpulkan apakah film itu melanggar undang-undang mengenai pernyataan
Meskipun demikian dua hari sebelumnya BBC Indonesia memberitakan bahwa Film Geert Wilders gagal raih simpati. Karena perusahaan internet di Amerika menutup situsnya karena khawatir akan isi film tersebut.
Sementara itu,
sebuah partai ekstrim kanan Ceko menawarkan untuk menayangkan film anti- Islam yang dibuat oleh politisi Belanda Geert Wilders setelah perusahaan internet di Amerika menutup situsnya karena khawatir akan isi film tersebut.

Partai Nasional Ceko menawarkan untuk mempublikasikan film tersebut di internet dengan menggunakan salah satu servernya.
Wilders berencana merilis filmnya, “Fitna” tersebut akhir bulan Maret, namun dia tampaknya semakin menghadapi keberatan dari banyak halangan.
Wilders secara terbuka menyerang Islam yang disebutnya sebagai agama fasis yang mendukung kekerasan, dan dia juga menyebut Nabi Muhamad sebagai barbar.
Namun semakin banyak dia mengeluarkan pandangannya, semakin banyak pihak yang mencoba menjauhkan diri.
Tidak ada jaringan media di Belanda yang mau menayangkan filmnya.
Ongkos pengamanan
Rencana bagi jumpa pres dengan serangkaian publisitas lain di Den Haag, Belanda gagal dilangsungkan, karena Wilders tidak sanggup membiayai ongkos guna mengamankan peristiwa ini.
Protes menentang pandangan Geert Wilders
Semakin banyak pihak menjauhi pandangan Geert Wilders
Kini upaya publikasi di internetpun terancam gagal, karena sebuah perusahaan internet di Amerika yang menjadi induk situsnya menutup situs Wilder setelah menerima protes.
Dan kelompok Islam di Belanda juga mengajukan gugatan hukum agar film tersebut dilarang.
Jadi, Wilders yang maunya ingin terkenal, malah menjadi TERCEMAR. Kasihan deeh lhoo....
Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu Wilders ....

Film lain
Ehsan Jami, yang berusia 22 tahun, mengatakan kepada BBC, filmnya tentang Nabi Muhammad akan mirip dengan komedi Monty Python, berjudul Life of Brian.
Muslim Belanda memprotes film Geert Wilders di Amsterdam
Muslim Belanda memprotes film Geert Wilders di Amsterdam
Dalam film komedi ini, seorang lelaki muda yang lahir bersamaan dengan Yesus, keliru dikira sebagai al-Masih atau tokoh yang diyakini akan dikirim oleh Tuhan.
Film animasi karya Ehsan Jami, yang berjudul Kehidupan Muhammad, berfokus pada malam pernikahan sang Nabi dengan istrinya yang berusia 9 tahun, Aisha.
Menurut Jami, film itu memperlihatkan Nabi mengatakan kepada mempelai wanita, jangan khawatir, sayang, saya tidak akan menyakitimu.
Bagi warga muslim, yang sudah tersinggung oleh penggambaran negatif Nabi Muhammad dalam karikatur Denmark, film ini menimbulkan ketersinggungan baru.
Dan, sebagai orang yang dilahirkan muslim, tidak mungkin Ehsan tidak mengetahui dampak filmya, kata wartawan BBC spesialis masalah keagamaan Frances Harrison.
Namun, Ehsan Jami bersikukuh menyatakan, film ini hanya kelakar, dan menyatakan, dia tidak bisa faham kalau warga muslim tersinggung.
Saat ditanya apakah dia risau soal reaksi terhadap film karyanya, Ehsan Jami mengatakan, dia sudah cukup lama dikawal polisi selama 24 jam, sehingga dia tidak bisa lebih khawatir lagi.
Namun, dia menambahkan dia telah belajar dari pengalaman Geert Wilders, yang kesulitan untuk menemukan stasiun televisi yang bersedia menayangkan filmya atau situs internet untuk menampungnya.
Berbeda dengan Wilders, Ehsan Jami tidak mengumumkan terlebih dahulu tempat film itu akan dirilis.
Sebuah organisasi muslim telah mengajukan keberatan hukum untuk mencoba menghentikan film Jami.
Seorang wanita Belanda yang bekerja sama dengan anak-anak muda muslim di belanda, mengatakan, semua orang yang dia kenal benar-benar sudah muak dengan politisi yang mengejar publisitas, dengan membuat film-film melecehkan semacam itu.
Dikutip dari BBC Indonesia dan http://djunaedird.wordpress.com/

Ditulis Oleh : sumarno

Terimakasih atas kunjungan Anda Karena telah sudi membaca artikel FILM FITNA BENAR-BENAR BIKIN FITNAH. Tak Lengkap Rasanya Jika Kunjungan Anda di Blog ini Tanpa Meninggalkan Komentar, untuk Itu Silahkan Berikan Kritik dan saran Pada Kotak Komentar di bawah. Anda boleh menyebarluaskan atau mengcopy artikel FILM FITNA BENAR-BENAR BIKIN FITNAH ini jika memang bermanfaat bagi anda, namun jangan lupa untuk mencantumkan link sumbernya. Terima Kasih, Happy Blogging :)

Tidak ada komentar: