Jumat, 12 April 2013

PERSPEKTIF PROF.DR. BUYA HAMKA TENTANG EKSISTENSI KETURUNAN SAYYIDINA MUHAMMAD SAW

Panggilan Habib atau Sayyid, Syarif dan lain-lain merupakan panggilan yang sering kita dengar untuk sebutan keturunan Rasululalh saw. Sebagian masyarakat menggunakan panggilan ini dan sebagian lain tidak. Ada juga yang tidak mengakui keturunan Rasulullah saw namun ada yang tidak. Berikut adalah pendapat Prof. Dr. Hamka dalam menerangkan masalah Gelar Sayid atau Habib yang cukup bijaksana. H. Rifai, seorang Indonesia beragama Islam yang tinggal di Florijin 211 Amsterdam, Nederland, pada tanggal 30 Desember 1974 telah mengirim surat kepada Menteri Agama H.A. Mukti Ali dimana ia mengajukan pertanyaan dan mohon penjelasan secukupnya mengenai beberapa hal. Oleh Menteri Agama diserahkan kepada Prof. Dr.H. Abdul Malik Karim Amrullah (HAKMA) untuk menjawabnya melalui PANJI MASYARAKAT, dengan pertimbangan agar masalahnya dapat diketahui umum dan manfaatnya telah merata. Penulis Yang pertama sekali hendaklah kita ketahui bahwa Nabi s.a.w tidaklah meninggalkan anak laki-laki. Anaknya yang laki-laki yaitu Qasim, Thaher, Thaib, dan Ibrahim meninggal di waktu kecil belaka. Sebagai seorang manusia yang berperasaan halus, beliau ingin mendapat anak laki-laki yang akan menyambung keturunan (Nasab) beliau hanya mempunyai anak-anak perempuan, yaitu Zainab, Ruqayyah, Ummu Kaltsum dan Fathimah. Zainah memberinya seorang cucu perempuan. Itupun meninggal dalam sarat menyusu. Ruqayyah dan Ummu Kaitsurr mati muda. Keduanya isteri Usman bin Affan, meninggal Ruqayyah berganti Ummu Kaltsum (ganti tikar), ketiga anak perempuan inipun meninggal dahulu dari beliau. Hanya Fathimah yang meninggal kemudian dari beliau dan hanya dia pula yang memberi beliau cucu laki-laki. Suami Fahimah adalah Ali Bin Abi Thalib. Abu Thalib adalah abang dari ayah Nabi dan yang mengasuh Nabi sejak usia 8 tahun. Cucu laki-laki itu ialah Hasan dan Husain. Maka dapatlah kita merasakan, Nabi seorang manusia mengharap anak-anak Fathimah inilah yang akan menyambung turunannya. Sebab itu sangatlah kasih sayang dan cinta beliau kepada cucu-cucunya ini. Pernah beliau sedang ruku si cucu masuk ke dalam kedua celah kakinya. Pernah sedang beliau Sujud si cucu berkuda ke atas punggungnya. Pernah sedang beliau khutbah, si cucu sedang ke tingkat pertama tangga mimbar. Al-Tarmidzi merawjkan dari Usamah Bin Zaid bahwa dia (Usamah) pernah melihat Hasan dan Husain berpeluk di atas kedua belah paha beliau. Lalu beliau s.a.w. berkata: Kedua anak ini adalah anakku, anak dari anak perempuanku. Ya Tuhan Aku sayang kepada keduanya”. Dan diriwayatkan oleh Bukhari dan Abi Bakrah bahwa Nabi pernah pula berkata tentang Hasan; ‘Anakku ini adalah SAYYID (Tuan), moga-moga Allah akan mendamaikan tersebab dia diantara dua golongan kaum Muslimin yang berselisih. Nubuwat beliau itu tepat. Karena pada tahun 60 hijriah Hasan menyerahkan kekuasaan kepada Mu’awiyah, karena tidak suka melihat darah kaum Muslimin tertumpah. Sehingga tahun 60 itu dinamai “Tahun Persatuan”. Pernah pula beliau berkata: “kedua anakku ini adalah SAYYID (Tuan) dan pemuda-pemuda di surga kelak”. Barangkali ada yang bertanya: “Kalau begitu jelas bahwa Hasan dan Husain itu cucunya, mengapa dikatakannya anaknya”. Ini adalah pemakaian bahwa pada orang Arab, atau bangsa-bangsa Semit. Di dalam Al-Qur’an surat ke-12 (Yusuf) ayat 6 disebutkan bahwa Nabi Yakub mengharap moga-moga Allah menyempurnakan ru’matnya kepada puteranya Yusuf” sebagai mana telah disempurnakanNya ni’mat itu kepada kedua bapamu sebelumnya, yaitu Ibrahim dan Ishak. Pada hal yang bapa, atau ayah dari Yusuf adalah Ya’kub. Ishak adalah neneknya dan ibrahim adalah nenek ayahnya. Di ayat 28 Yusuf berkata: Bapa-Bapaku Ibrahim dan Ishak dan Ya’kub. Artinya nenek-nenek moyang disebut bapa, dan cucu cicit disebut anak-anak. Menghormati keinginan Nabi yang demikian, maka seluruh umat Muhammad menghormati mereka. Tidakpun beliau anjurkan, namun kaum Quraisy umumnya dan Bani Hasyim dan keturunan hasan dan Husain mendapat kehormatan istimewanya di hati kaum Muslimin. Bagi ahlis-sunnah hormat dan penghargaan itu biasa saja. Keturunan Hasan dan Husain di panggilkan orang SAYYID; kalau untuk banyak SADAT. Sebab Nabi mengatakan “Kedua anakku ini menjadi SAYYID (Tuan) dari pemuda-pemuda di syurga; Disetengah negeri di sebut SYARIF, yang berarti orang mulia atau orang berbangsa; kalau banyak ASYRAF. Yang hormat berlebih-lebihan, sampai mengatakan keturunan Hasan dan Husain berlebih-lebihan, sampai mengatakan keturunan Hasan dan Husain itu tidak pernah berdosa, dan kalau berbuat dosa segera diampuini. Allah adalah ajaran (dari suatu aliran – penulis) kaum Syi’ah yang berlebih-lebihan. Apatah lagi di dalam Al-Qur’an, surat ke-33 “Al-Ahzab”, ayat 30, Tuhan memperingatkan kepada isteri-isteri Nabi bahwa kalau mereka berbuat jahat, dosanya lipat ganda dari dosa orang kebanyakan. Kalau begitu peringatan Tuhan kepada isteri-isteri Nabi, niscaya demikian pula kepada mereka yang dianggap keturunannya. MENJAWAB pertanyaan tentang benarkah Habib Ali Kwitang dan Habib Tanggul keturunan Rasulullah s.a.w ? Sejak zaman kebesaran Aceh telah banyak keturunan-keturunan Hasan dan Husain itu datang ke tanah air kita ini. Sejak dari semenanjung Tanah Melayu, Kepulauan Indonesia dan Philipina. Harus diakui banyak jasa mereka dalam penyebaran Islam di seluruh Nusantara ini. Penyebar Islam dan Pembangunan Kerajaan Banten dan Cirebon adalah Syarif Hidayatullah yang dipernankan di Aceh. Syarif Kebungsuan tercatat sebagai penyebar Islam ke Mindanao dan Sulu. Sesudah pupus keturunan laki-laki dari Iskandar Muda Mahkota Alam pernah Bangsa Sayid dari keluarga Jamalullail jadi Raja di Aceh. Negeri Pontianak pernah diperintah bangsa Sayid Al-Qadri. Siak oleh keluarga bangsa Sayid bin Syahab. Perlis (Malaysia) dirajai oleh bangsa Sayid Jamalullail. Yang dipertuan Agung III Malaysia Sayid Putera adalah Raja Perlis. Gubernur Serawak yang sekarang ketiga, Tun Tuanku Haji Bujang ialah dari keluarga Alaydrus. Kedudukan mereka di negeri ini yang turun-temurun menyebabkan mereka telah menjadi anak negeri dimana mereka berdiam. Kebanyakan mereka jadi Ulama. Mereka datang dari Hadramautdari keturunan Isa Al-Muhajir dan Faqih Al-Muqaddam. Mereka datang kemari dari berbagai keluarga. Yang kita banyak kenal ialah keluarga Alatasa. Assagaf,Alkaf, Bafaqih, Balfaqih, Alaydrus, bin Syekh Abubakar, Assiry, Al-Aidid, Al Jufri, Albar, Almussawa, Ghatmir, bin Agil, Alhadi, Basyarban, Bazzar;ah. Bamakhramah. Ba;abud. Syaikhan, Azh-Zhahir, bin Yahya dan lain-lain. Yang menurut keterangan Almarhum Sayid Muhammad Bin Abdurrahman bin Syahab telah berkembang jadi 199 keluarga besar. Semuanya adalah dari “Ubaidillah Bin Ahmad Bin Isa Al-Muhajir. Ahmad Bin isa Al-Muhajir Ilallah inilah yang berpindah dari Basrah ke Hadhramaut. Lanjutan silsilahnya ialah Ahmad Bin Isa Al Muhajir Bin Muhammad Al-Naqib bin Ali Al-Aridh Bin Ja’far Ash-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir Bin Ali Zainal Abidin Bin Husain As-Sibthi Bin Al Bin Abi Thalib. As-Sabthi artinya cucu, karena Husain adalah anak dari Fathurmah binti Rasulullah s.a.w Sungguhpun yang terbanyak adalah keturunan Husain dari hadhramaut itu, ada juga yang keturunan Hasan yang datang dari Hejaz, keturunan Syarif-syarif Makkah Abi Numay, tetapi tidak sebanyak dari Hadramaut. Selain dipanggilkan Tuan Sayid, mereka dipanggil juga HABIB, di Jakarta dipanggilkan WAN. Di Sarawak dan Sabbah disebut Tuanku. Di Pariaman (Sumatera Barat) disebut SIDI. Mereka telah tersebar di seluruh dunia. Di negeri-negeri besar sebagai Mesir, Baghdad, Syam dan lain-lain mereka adalah NAQIB yaitu yang bertugas mencatat dan mendaftarkan keturunan-keturunan itu. Di saat sekarang umumnya telah mencapai 36.37.38 silsilah sampai kepada Sayidina Ali dan Fathimah. Dalam pergolakan aliran lama dan aliran baru di Indonesia, pihak al-Irsyad yang menandatang dominasi kaum Baalwi menganjurkan agar yang menganjurkan agar yang bukan keturunan Hasan dan Husain memakai juga titel Sayid dimuka namanya. Gerakan ini sampai menjadi panas. Tetapi setelah keturunan Arab Indonesia bersatu, tidak pilih keturunan Alawy atau bukan, dengan pimpinan A.R Baswedan, mereka anjurkan menghilangkan perselisihan dan masing-masing memanggil temannya dengan “Al-Akh”, artinya Saudara. Maka baik Habib Tanggul di Jawa Timur dan Almarhum Habib Ali di Kwitang Jakarta, memanglah mereka keturunan dari Ahmad Bin Isa Al-Muhajir yang berpindah dari Bashrah ko Hadramaut itu, dan Ahmad Bin Isa tersebut adalah cucu tingkat ke-6 dari cucu Rasulullah Husain Bin Ali Bin Abi Thalib itu. Kepada keturunan-keturunan itu semuanya kita berlaku hormat, dan cinta, yaitu hormat dan cinta orang Islam yang cerdas, yang tahu harga diri. Sehingga tidak diperbodoh oleh orang-orang yang menyalahgunakan keturunannya itu. Dan mengingat juga akan sabda Rasulullah s.a.w.: janganlah sampai orang lain datang kepadakua dengan amalnya, sedang kamu datang kepadaku dengan membawa nasab dan keturunan kamu, dan pesan beliau pula kepada puteri kesayangannya, Fathimah Al-Batul, ibu dari cucu-cucu itu: “Hai Fathimah binti Muhammad. Beramallah kesayanganku. Tidaklah dapat aku, ayahmu menolongmu dihadapan Allah sedikitpun”. Dan pernah beliau bersabda: “Walaupun anak kandungku sendiri, Fathimah, jika dia mencuri aku potong juga tangannya”. Sebab itu kita ulangilah seruan dari seorang anak ulama besar Alawy yang telah wafat di Jakarta ini, yaitu Sayid Muhammad Bin Abdurrahman Bin Syahab, agar generai-generasi yang datang kemudian dari turunan “Alawy memegang teguh Agama Islam, menjaga pusaka nenek-moyang, jangan sampai tenggelam kedalam peradaban Barat. Seruan beliau itupun akan telah memelihara kecintaan dan hormat Ummat Muhammad kepada mereka. Diambil dari http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/

Kamis, 12 Januari 2012

Daftar Blog Yang Sudah Masuk

Daftar Blog yang sudah masuk:

1. http://anisaamalia.blogspot.com/
2. http://shofa-sohib.blogspot.com/
3. http://yunoer.blogspot.com/ (Nur Marhamah)
4. http://sammykasta.blogspot.com/
5. httphttp://prasetyoklatenbersinar.blogspot.com/
6. http://fatimah-imaa.blogspot.com/://guide_cherie.blogspot/ (esti Listyana) (Blog tidak bias ditemukan)
7. http://nour-rohmad.blogspot.com/
8. http://andreaskpi08.blogspot.com/
9. http://dimaslukmancp.blogspot.com/
10. http://tribagus-tbs.blogspot.com/
11. http://indah-sdh.blogspot.com/
12. http://nurmasmile.blogspot.com/ (Nur madani I)

Keterangan:
1. Blog yang belum bisa dibuka Blognya Esti Listyana, harap memperbaikinya
2. Bagi yang belum mengirimkan nama blog segera mengirimkannya
terima kasih

Sabtu, 05 November 2011

TUGAS TAS TEKNOLOGI INFORMASI


Tuliskan komentar atau info tentang TI di Soutbox (tampilan seperti gambar diatas) pada blog ini, caranya:
1. Ketik kolom nama Anda. Contoh: Sumarno
2. Ketik Web URL Anda. Contoh: http://marnooke.blogspot.com
3. Ketik pesan Anda di kolom Mesange
4. Lalu Klik Sout!!
5. Lalu akan muncul Spam Prevention
6. Ketik kode yang muncul
7. Terakhir Klik Submit

Penting:
1. Komentar/info paling lambat hari Sabtu, 21 Januari 2012
2. Bagi yang tidak berkomentar berarti tidak meyetorkan blog dan dianggap tidak mengikuti TAS sehingga tidak berhak mendapatkan nilai

Selasa, 17 Juni 2008

Keuntungan Melaksanakan Dakwah Islamiyah

Sungguh Allah menciptakan manusia adalah sebagai khoiru ummat, dimana sebutan tersebut sangat berarti manakala manusia mau melakukan dakwah dengan sebaik-sebaiknya, karena dengan berdakwah banyak keutamaan yang akan kita peroleh, antara lain sebagai berikut. Pertama, para juru dakwah memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah dengan dikelompokkan ke dalam kelompok umat yang terbaik (khairu ummah) sebagaimana yang disebutkan pada surah Ali Imran: 110 ”Kamu adalah umat termbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah…”. Pelajaran ini bisa kita lihat pada masa-masa kehidupan Rasulullah dan para sahabat yang mana mereka semua diberi gelar oleh Allah manusia yang khairu ummah dan dijamin masuk surga Kedua, para juru dakwah akan memperoleh pahala yang amat besar. Hal ini karena dalam satu hadist Rasulullah saw. Mengatakan; "Barang siapa yang menunjukkan pada suatu kebaikan, maka baginya seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Daud, dan Tarmidzi)

Namun perlu diingatkan bahwa hadist di atas jangan sampai disalah pahami sehingga sesesorang hanya mau berdakwah dengan pahala yang besar, lalu tidak mau mengamalkan apa yang didakwahkannya itu. Apabila itu yang terjadi, tentu murka Allah yang lebih besar yang akan kita peroleh. Hadist di atas merupakan keutamaan dan suatu keutamaan sebesar apapun yang kita peroleh tidak akan sampai bisa mengugurkan kewajiban yang harus kita tunaikan. Ketiga, dakwah yang baik juga berarti telah dapat membuktikan keimanan pribadi seorang da’i yang benar, karena dakwah yang baik adalah dakwah yang disampaikan setelah diamalkannya, bukan kontradiksi antara pesan dakwah dengan prilaku sang da’i. Allah berfirman;


“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. Ash-Shaff: 2-3)

Keempat, para juru dakwah akan memperoleh keberuntungan, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat sebagaimana sudah disebutkan dalam surat Ali Imran: 104 di atas. Kelima, para juru dakwah akan terhindar dari laknat Allah. Hal ini dinyatakan oleh Allah dalam firman-Nya:

“Telah dilaknati orang-orang kafir dari bani Israel dengan lisan Dawud dan Isa Putra Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu” (QS. Al-Maa’idah:78-79)


Keenam, para juru dakwah juga akan memperoleh rahmat atau kasih sayang Allah. Hal ini merupakan sesuatu yang sangat didambakan oleh setiap orang muslim dalam hidupnya di dunia maupun di akhirat, difirmankan Allah SWT dalam surat At Taubah ayat 7 :

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. At Taubah: 71).

Semua anugerah itu diberikan oleh Allah karena para juru dakwah telah mengikuti metode dan jalan yang ditempuh Rasulullah Saw. Allah SWT telah menegaskannya dalam Qur’an Surat Ali Imran ayat 31;

"Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Ali Imran [3] : 31).


Kemuliaan yang luar biasa tersebut diberikan oleh Allah hanyalah kepada seorang juru dakwah dan sangatlah sayang bila dilewatkan begitu saja. Seharusnya kita mau merenungkan akan siksa Allah bila kita mempunyai kemampuan untuk berdakwah tetapi kita tidak mau melakukannya. Maka saat ini sudah sepantasnya bagi para juru dakwah untuk menyatukan langkah, gerak, visi dan misi dalam rangka untuk menyeru kepada kebaikan, mengajak kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar. Karena dijaman yang serba modern, serba canggih dan semakin maraknya kejahatan sosial saat ini, maka sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk menyeru kepada kebenaran yang hakiki. Sungguh, Allah akan memberi pertolongan kepada hamba-hamba-Nya yang menolong agama Allah dan akan meneguhkan pijakan kaki-kaki mereka di atas Dien yang lurus ini. Hal ini sudah nyata-nyata ditegaskan oleh Allah dalam firmannya:

"Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu " (QS. Muhammad: 7).

Rabu, 28 November 2007

Aneka Ujian di Jalan Dakwah


Jalan dakwah merupakan jalan yang penuh dengan rintangan, ujian dan tantangan. Sebagaimana dijelaskan oleh Allah SWT dalam Al Qur’an surat Al Anfal ayat 26 yang berbunyi:

Dan ingatlah (hai Para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, Maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur. (QS. Al Anfal: 26).


Pada ayat tersebut Allah SWt, mengambarkan bahwa kaum muslimin semula diuji dengan intimidasi yang dilakukan oleh orang-orang kafir. Lalu Allah menolong dan memberikan kemenangan kepada mereka. Allah juga memberi mereka rezki. Kemenangan dan rezki itu adalah ujian untuk menakar kemampuan syukur kaum muslimin.
Diantara ujian-ujian dalam berdakwah yang dihadapi oleh seorang da’i selain dari makarnya kaum kafirin bisa saja muncul dari diri dan keluarganya, dari sesama kaum muslimin sendiri dan dari para penguasa yang dzalim;
1. Rongrongan keluarga
Sebetulnya inspirasi ataupun semangat dalam berdakwah juga bisa dibangun oleh seorang anak, istri, suami, kedua orang tua maupun keluarga besarnya. Tetapi disaat yang sama juga kedua orang tua, keluarga besar bahkan anak dan istripun bisa sebagai batu sandungan bagi seorang da’i. Mereka bisa saja membelokkan garis dakwah, mengurangi intensitas dalam berdakwah atau bahkan menghentikan sama sekali seseorang dalam melakukan aktifitas dakwah kita bila kita sebagai da’i tidak bisa mendidik anak dan istri kita untuk menjalankan ajaran Islam secara baik dan benar. Di sini Allah SWT mengingatkan kepada kita semua:

Hai orang-orang mukmin, Sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. At Taghaabun: 14-15)

2. Kedengkian kaum muslimin
Rasa iri, dengki atas keberhasil yang dicapai oleh seorang da’i tentu dan pasti akan muncul dari sesama muslim sendiri atau bahkan dari da’i yang lain. Kita bisa lihat hadits berikut:

Seorang mukmin berada di antara lima ujian berat; sesama mukmin yang iri kepadanya, munafik yang membencinya, orang kafir yang terus memeranginya, hawa nafsu yang terus merintanginya, dan setan-setan yang menyesatkannya.” (Al-Firdaus Bima’tsuri;-Khitab)

3. Kekejaman penguasa zalim
Penguasa zalim juga memiliki andil dalam merintangi dakwah Islam. Sebab dalam sejarah tidak sedikit para ulama yang menjadi korban kekejaman penguasa zalim, contohnya adalah, Sa’id bin Zubair, Imam Ahmad, Imam Ibnu Taimiyah dan beberapa ulama lainnya di Timur Tengah. Di negeri kita sendiri di era orde baru sekitar tahun 80-an tidak sedikit pula para da’i yang dijebloskan ke penjara dan bahkan sampai diintimidasi saat mereka menyampaika kebenaran. Bahkan sampai saat ini, masih terjadi penangkapan terhadap para da’i yang oleh sebagian kalangan dinamakan sebagai pemberantasan aksi terorisme.

Rabu, 24 Oktober 2007

Manfaat Musik Bagi Anak-Anak

MUSIK
Berpengaruh pada guru & siswa
ØMeremajakan , memperkuat belajar,
Kegiatan :irama, ketukan, keharmonisan musik mempengaruhi fisiologi manusia terutama gelombang otak dan detak jantung.
ØPenggunaan dalam pendidikan
Menata suasana hati,
Meningatkan hasil belajar,
Prosedur, dan
Mnyoroti hal hal penting





GUNAKAN
MUSIK UNTUK ;
vMeningkatkan semangat,
vMerangsang pengalaman
vMenumbuhkan relaksasi
vMeningkatkan fokus
vMembina hubungan
vMenentukan tema untuk hari itu
vMemberi inspirasi, dan
vBersenang senang

Tidur menciptakan bayi cerdas pada saat tidur, bayi membaca stimulus yang ada pada saat melek.

LAGU SUWE ORA JAMU
Suwe ora jamu
Jamu godong blimbing
Suwe ora ketemu
ketemu pisan ing Q Teach
Suwe ora jamu
jamu godong asem
Suwe ora ketemu
ketemu pisan podo mesėm

Suwe ora jamu
Jamu sego intip
Suwe ora ketemu
Ketemu pisan karo mBk Hanif


Sabtu, 06 Oktober 2007

Keutaaman bangun Pagi

Assalamu'alaikum

KEUTAMAAN BANGUN PAGI

Waktu merupakan modal seorang muslim dan muslimah

Waktu harus dijaga dan dioptimalkan untuk mengabdi pada Allah jika tidak maka penyesalan yang akan menemuinya

Ada pepatah

"Waktu itu seperti pedang

Karena begitu pentingnya waktu , sampai –sampai Allah banyak bersumpah dengan nama waktu dalam Alquran

Salah satunya allah bersumpah dengan waktu fajar atau waktu pagi

Demi waktu fajar/pagi “ (qs Al Fajr :1 )

Banyak ayat dan hadist yang menerangkan tentang keutamaan bangun pagi , akan tetapi keutamaan – keutamaan itu dapat kita raih bukan semata- mata kita bangun pagi . Tetapi kita harus mengoptimalkan waktu pagi tersebut sesuai kehendak pencipta waktu pagi

1) Waktu pagi adalah waktu yang barokah karena rosulullah telah bersabda

“ Ya Allah berkahilah umatku disaat pagi hari “ ( HR. Ahmad,Abu Dawud,Tirmidzi,Nasa’I Shahih )

2) Amal ketaatan diwaktu pagi akan mendapatkan berbagai keutamaan :

a. Shalat sunnah lebih baik daripada dunia dan seisinya

“ Dua rekaat shalat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya “ HR. Muslim)

Pahala shalat subuh berjamah seperti pahala shalat malam satu malam penuh

Barangsiapa shalat Isya’ berjamaah maka seakan – akan dia telah shalat setengah malam dan barang siapa shalat subuh berjamaah maka seakan – akan ia telah shalat malam satu malam penuh ( HR. Muslim)

a. Mendapat perlindungan dari Allah


Barangsiapa yang salat subuh maka ia berada dalam perlindungan Allah (HR. Muslim )

b. Mendapat cahaya yang sempurna pada hari kiamat

“ Berilah kabar gembira bagi orang yang bejalan kemasjid di kegelapan , baginya cahaya yang sempurna pada hari kiamat (HR. Ibnu Majah ,Abu Dawud –shahih ) Berjalan kemasjid dikegelapan maksudnya berjalan kemasjid untuk shalat shubuh dan isya’

c. Syurga dijanjikan


“Barangsiapa shalat diua waktu yang dingin maka akan masuk syurga “ (HR. Bukhari )

“ Sesungguhnya kalian akan ( Shalat asar ). Maka kerjkanlah ,lalu beliau SAW membaca firman Allah melihat Rabb kalian seperti halnya kalian melihat bulan ini terhalang ketika melihatnya . Jika kalian bisa janganlah kalian lewatkan shalat sebelum matahari terbit (shalat subuh )dan sebelum matahari terbenam: “ Dan bertasbihlah dengan menuju Rabbmu sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam (Thaha : 130 )

e. Disaksikan oleh para malaikat

Sesungguhnya shalat fajar itu disaksikan malaikat “ ( Al Isra : 78 )

Para malaikat malam dan malaikat siang bergiliran dalam mengawasi kalian , mereka berkumpul pada waktu shalat shubuh dan ashar, lalu mereka pergi kelangit setelah mereka tinggal bersamamu , lalu Allah bertanya pada mereka dan Allah lebih tahu dari mereka . Dia bertanya : Bagaimana kalian tinggalkan hambaKu , mereka menjawab ; Kami tinggalkan mereka ketika mereka sedang shalat dan saat kami mendatangi mereka , merekapun sedang shalat ( HR. Bukhari )

DAMPAK POSITIF BANGUN PAGI

1) Bagi ruhani

Rosulullah selalu menganjurkan untuk tetap tinggal di masjid setelah subuh hingga waktu matahari terbit

Waktu ini digunakan untuk peningkatan keimanan

Waktu ini diisi dengan dzikir (baca al matsurat )

Dzikir –dzikir itu mengandung tahmid /pujian , tasbih/penyiucian bagi Allah serta rasa syukur dan istigfar

Inilah permulaan hari yang sangat indah untuk memperbarui ruhiyah kita

Ini merupakan awal yang bagus demi menapaki hari- hari kiat

2) Bagi kesehatan

Berjalan kai menuju masjid itu menyehatkan

Udara pagi masih bersih dan segar sangat baik untuk kesehatan , kita butuh oksigen

Berolahraga yang baik pada pagi hari

3) Bagi ekonomi

Shakr bin Wada’ah al Ghamidi menceritakan Rosulullah SAW bersabda “Yallah berkahilah untuk umatku di pagi harinya “ Dan beliau mengutus pasuka , beliau mengutusnya pada awal siang /pagi hari . Dan adalah Shakr seorang pedagang ia mengirimkan perniagaannya dari awal siang /pagi , maka ia menjadi kaya raya dan banyak harta ( HR. Abu Dawud , no 2606,Tirmidzi, Ibn Majah , Ibn Hibban ,aTirmidzi berkata :Hadist ini hasan derajatnya

Itulah keberkahan waktu pagi dan sahabat Shakr telah membuktikannya

Ibnu Abbas melihat anak nya sedang tidur pagi , maka ia berkata : Bangunlah ! Apakah kamu tidur pada waktu disebarkan rizki ( Zd al Majid )

4)Bagi kemenangan umat Islam

Rosulullah mengirim pasukan di pagi hari seperti hadist di atas

Pengangkatan Umar menjadi khalifah terjadi di pagi hari

Para sahabat menjadikan waktu pagi untuk menentukan keputusan – keputusan penting

Orang shalihj dari umat ini juga selalu memulai perang setelah shalat shubuh , bukan sebelumnya , agar shalat shubuh tidak tertinggal. Karen waktunya sangat singakat sehingga mendapat saat-saat yang di berkahi,mereka menyempatkan diri memohon pada alllahuntuk mendapat kemenangan

Khali bin Walid tidak memulai peperangan kecuali setelah shalat shubuh

Yusuf bin Tasyifin ( Panglima perang sekaligus pemimpin daulah al murab bhitun di Maroko ) tidak memulai perang Zilaqoh kecuali setelah shalat shubuh dengan pasulkannya

Qurthuz r.a memulai perang Ainun Jaluth melawan pasukan Tar – Tar langsung setelah shalat shubuh



Wassalamu'alikum Wr. Wb.