Jumat, 12 April 2013
PERSPEKTIF PROF.DR. BUYA HAMKA TENTANG EKSISTENSI KETURUNAN SAYYIDINA MUHAMMAD SAW
Kamis, 12 Januari 2012
Daftar Blog Yang Sudah Masuk
1. http://anisaamalia.blogspot.com/
2. http://shofa-sohib.blogspot.com/
3. http://yunoer.blogspot.com/ (Nur Marhamah)
4. http://sammykasta.blogspot.com/
5. httphttp://prasetyoklatenbersinar.blogspot.com/
6. http://fatimah-imaa.blogspot.com/://guide_cherie.blogspot/ (esti Listyana) (Blog tidak bias ditemukan)
7. http://nour-rohmad.blogspot.com/
8. http://andreaskpi08.blogspot.com/
9. http://dimaslukmancp.blogspot.com/
10. http://tribagus-tbs.blogspot.com/
11. http://indah-sdh.blogspot.com/
12. http://nurmasmile.blogspot.com/ (Nur madani I)
Keterangan:
1. Blog yang belum bisa dibuka Blognya Esti Listyana, harap memperbaikinya
2. Bagi yang belum mengirimkan nama blog segera mengirimkannya
terima kasih
Sabtu, 05 November 2011
TUGAS TAS TEKNOLOGI INFORMASI

Tuliskan komentar atau info tentang TI di Soutbox (tampilan seperti gambar diatas) pada blog ini, caranya:
1. Ketik kolom nama Anda. Contoh: Sumarno
2. Ketik Web URL Anda. Contoh: http://marnooke.blogspot.com
3. Ketik pesan Anda di kolom Mesange
4. Lalu Klik Sout!!
5. Lalu akan muncul Spam Prevention
6. Ketik kode yang muncul
7. Terakhir Klik Submit
Penting:
1. Komentar/info paling lambat hari Sabtu, 21 Januari 2012
2. Bagi yang tidak berkomentar berarti tidak meyetorkan blog dan dianggap tidak mengikuti TAS sehingga tidak berhak mendapatkan nilai
Selasa, 17 Juni 2008
Keuntungan Melaksanakan Dakwah Islamiyah
Sungguh Allah menciptakan manusia adalah sebagai khoiru ummat, dimana sebutan tersebut sangat berarti manakala manusia mau melakukan dakwah dengan sebaik-sebaiknya, karena dengan berdakwah banyak keutamaan yang akan kita peroleh, antara lain sebagai berikut. Pertama, para juru dakwah memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah dengan dikelompokkan ke dalam kelompok umat yang terbaik (khairu ummah) sebagaimana yang disebutkan pada surah Ali Imran: 110 ”Kamu adalah umat termbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah…”. Pelajaran ini bisa kita lihat pada masa-masa kehidupan Rasulullah dan para sahabat yang mana mereka semua diberi gelar oleh Allah manusia yang khairu ummah dan dijamin masuk surga Kedua, para juru dakwah akan memperoleh pahala yang amat besar. Hal ini karena dalam satu hadist Rasulullah saw. Mengatakan; "Barang siapa yang menunjukkan pada suatu kebaikan, maka baginya seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Daud, dan Tarmidzi)
Namun perlu diingatkan bahwa hadist di atas jangan sampai disalah pahami sehingga sesesorang hanya mau berdakwah dengan pahala yang besar, lalu tidak mau mengamalkan apa yang didakwahkannya itu. Apabila itu yang terjadi, tentu murka Allah yang lebih besar yang akan kita peroleh. Hadist di atas merupakan keutamaan dan suatu keutamaan sebesar apapun yang kita peroleh tidak akan sampai bisa mengugurkan kewajiban yang harus kita tunaikan. Ketiga, dakwah yang baik juga berarti telah dapat membuktikan keimanan pribadi seorang da’i yang benar, karena dakwah yang baik adalah dakwah yang disampaikan setelah diamalkannya, bukan kontradiksi antara pesan dakwah dengan prilaku sang da’i. Allah berfirman;
“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. Ash-Shaff: 2-3)
Keempat, para juru dakwah akan memperoleh keberuntungan, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat sebagaimana sudah disebutkan dalam surat Ali Imran: 104 di atas. Kelima, para juru dakwah akan terhindar dari laknat Allah. Hal ini dinyatakan oleh Allah dalam firman-Nya:
“Telah dilaknati orang-orang kafir dari bani Israel dengan lisan Dawud dan Isa Putra Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu” (QS. Al-Maa’idah:78-79)
Keenam, para juru dakwah juga akan memperoleh rahmat atau kasih sayang Allah. Hal ini merupakan sesuatu yang sangat didambakan oleh setiap orang muslim dalam hidupnya di dunia maupun di akhirat, difirmankan Allah SWT dalam
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. At Taubah: 71).
Semua anugerah itu diberikan oleh Allah karena para juru dakwah telah mengikuti metode dan jalan yang ditempuh Rasulullah Saw. Allah SWT telah menegaskannya dalam Qur’an Surat Ali Imran ayat 31;
"Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Ali Imran [3] : 31).
Kemuliaan yang luar biasa tersebut diberikan oleh Allah hanyalah kepada seorang juru dakwah dan sangatlah sayang bila dilewatkan begitu saja. Seharusnya kita mau merenungkan akan siksa Allah bila kita mempunyai kemampuan untuk berdakwah tetapi kita tidak mau melakukannya. Maka saat ini sudah sepantasnya bagi para juru dakwah untuk menyatukan langkah, gerak, visi dan misi dalam rangka untuk menyeru kepada kebaikan, mengajak kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar. Karena dijaman yang serba modern, serba canggih dan semakin maraknya kejahatan sosial saat ini, maka sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk menyeru kepada kebenaran yang hakiki. Sungguh, Allah akan memberi pertolongan kepada hamba-hamba-Nya yang menolong agama Allah dan akan meneguhkan pijakan kaki-kaki mereka di atas Dien yang lurus ini. Hal ini sudah nyata-nyata ditegaskan oleh Allah dalam firmannya:
"Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu " (QS. Muhammad: 7).
Rabu, 28 November 2007
Aneka Ujian di Jalan Dakwah

Pada ayat tersebut Allah SWt, mengambarkan bahwa kaum muslimin semula diuji dengan intimidasi yang dilakukan oleh orang-orang kafir. Lalu Allah menolong dan memberikan kemenangan kepada mereka. Allah juga memberi mereka rezki. Kemenangan dan rezki itu adalah ujian untuk menakar kemampuan syukur kaum muslimin.
Diantara ujian-ujian dalam berdakwah yang dihadapi oleh seorang da’i selain dari makarnya kaum kafirin bisa saja muncul dari diri dan keluarganya, dari sesama kaum muslimin sendiri dan dari para penguasa yang dzalim;
1. Rongrongan keluarga
Sebetulnya inspirasi ataupun semangat dalam berdakwah juga bisa dibangun oleh seorang anak, istri, suami, kedua orang tua maupun keluarga besarnya. Tetapi disaat yang sama juga kedua orang tua, keluarga besar bahkan anak dan istripun bisa sebagai batu sandungan bagi seorang da’i. Mereka bisa saja membelokkan garis dakwah, mengurangi intensitas dalam berdakwah atau bahkan menghentikan sama sekali seseorang dalam melakukan aktifitas dakwah kita bila kita sebagai da’i tidak bisa mendidik anak dan istri kita untuk menjalankan ajaran Islam secara baik dan benar. Di sini Allah SWT mengingatkan kepada kita semua:
“Hai orang-orang mukmin, Sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. At Taghaabun: 14-15)
2. Kedengkian kaum muslimin
Rasa iri, dengki atas keberhasil yang dicapai oleh seorang da’i tentu dan pasti akan muncul dari sesama muslim sendiri atau bahkan dari da’i yang lain. Kita bisa lihat hadits berikut:
“Seorang mukmin berada di antara lima ujian berat; sesama mukmin yang iri kepadanya, munafik yang membencinya, orang kafir yang terus memeranginya, hawa nafsu yang terus merintanginya, dan setan-setan yang menyesatkannya.” (Al-Firdaus Bima’tsuri;-Khitab)
3. Kekejaman penguasa zalim
Penguasa zalim juga memiliki andil dalam merintangi dakwah Islam. Sebab dalam sejarah tidak sedikit para ulama yang menjadi korban kekejaman penguasa zalim, contohnya adalah, Sa’id bin Zubair, Imam Ahmad, Imam Ibnu Taimiyah dan beberapa ulama lainnya di Timur Tengah. Di negeri kita sendiri di era orde baru sekitar tahun 80-an tidak sedikit pula para da’i yang dijebloskan ke penjara dan bahkan sampai diintimidasi saat mereka menyampaika kebenaran. Bahkan sampai saat ini, masih terjadi penangkapan terhadap para da’i yang oleh sebagian kalangan dinamakan sebagai pemberantasan aksi terorisme.
Selasa, 06 November 2007
Rabu, 24 Oktober 2007
Manfaat Musik Bagi Anak-Anak


Berpengaruh pada guru & siswa

GUNAKAN MUSIK UNTUK ;
LAGU SUWE ORA JAMU
Suwe ora jamu
Sabtu, 06 Oktober 2007
Keutaaman bangun Pagi
KEUTAMAAN BANGUN PAGI
Waktu harus dijaga dan dioptimalkan untuk mengabdi pada Allah jika tidak maka penyesalan yang akan menemuinya
Karena begitu pentingnya waktu , sampai –sampai Allah banyak bersumpah dengan nama waktu dalam Alquran
Salah satunya allah bersumpah dengan waktu fajar atau waktu pagi
“ Demi waktu fajar/pagi “ (qs Al Fajr :1 )
Banyak ayat dan hadist yang menerangkan tentang keutamaan bangun pagi , akan tetapi keutamaan – keutamaan itu dapat kita raih bukan semata- mata kita bangun pagi . Tetapi kita harus mengoptimalkan waktu pagi tersebut sesuai kehendak pencipta waktu pagi
1) Waktu pagi adalah waktu yang barokah karena rosulullah telah bersabda
2) Amal ketaatan diwaktu pagi akan mendapatkan berbagai keutamaan :
a. Shalat sunnah lebih baik daripada dunia dan seisinya
“ Barangsiapa shalat Isya’ berjamaah maka seakan – akan dia telah shalat setengah malam dan barang siapa shalat subuh berjamaah maka seakan – akan ia telah shalat malam satu malam penuh ( HR. Muslim)
a. Mendapat perlindungan dari Allah
Barangsiapa yang salat subuh maka ia berada dalam perlindungan Allah (HR. Muslim )
b. Mendapat cahaya yang sempurna pada hari kiamat
c. Syurga dijanjikan
“Barangsiapa shalat diua waktu yang dingin maka akan masuk syurga “ (HR. Bukhari )
e. Disaksikan oleh para malaikat
Para malaikat malam dan malaikat siang bergiliran dalam mengawasi kalian , mereka berkumpul pada waktu shalat shubuh dan ashar, lalu mereka pergi kelangit setelah mereka tinggal bersamamu , lalu Allah bertanya pada mereka dan Allah lebih tahu dari mereka . Dia bertanya : Bagaimana kalian tinggalkan hambaKu , mereka menjawab ; Kami tinggalkan mereka ketika mereka sedang shalat dan saat kami mendatangi mereka , merekapun sedang shalat ( HR. Bukhari )
DAMPAK POSITIF BANGUN PAGI
1) Bagi ruhani
Rosulullah selalu menganjurkan untuk tetap tinggal di masjid setelah subuh hingga waktu matahari terbit
Waktu ini digunakan untuk peningkatan keimanan
Waktu ini diisi dengan dzikir (baca al matsurat )
Dzikir –dzikir itu mengandung tahmid /pujian , tasbih/penyiucian bagi Allah serta rasa syukur dan istigfar
Inilah permulaan hari yang sangat indah untuk memperbarui ruhiyah kita
Ini merupakan awal yang bagus demi menapaki hari- hari kiat
2) Bagi kesehatan
Berjalan kai menuju masjid itu menyehatkan
Udara pagi masih bersih dan segar sangat baik untuk kesehatan , kita butuh oksigen
Berolahraga yang baik pada pagi hari
3) Bagi ekonomi
Shakr bin Wada’ah al Ghamidi menceritakan Rosulullah SAW bersabda “Yallah berkahilah untuk umatku di pagi harinya “ Dan beliau mengutus pasuka , beliau mengutusnya pada awal siang /pagi hari . Dan adalah Shakr seorang pedagang ia mengirimkan perniagaannya dari awal siang /pagi , maka ia menjadi kaya raya dan banyak harta ( HR. Abu Dawud , no 2606,Tirmidzi, Ibn Majah , Ibn Hibban ,aTirmidzi berkata :Hadist ini hasan derajatnya
Itulah keberkahan waktu pagi dan sahabat Shakr telah membuktikannya
Ibnu Abbas melihat anak nya sedang tidur pagi , maka ia berkata : Bangunlah ! Apakah kamu tidur pada waktu disebarkan rizki ( Zd al Majid )
4)Bagi kemenangan umat Islam
Rosulullah mengirim pasukan di pagi hari seperti hadist di atas
Pengangkatan Umar menjadi khalifah terjadi di pagi hari
Para sahabat menjadikan waktu pagi untuk menentukan keputusan – keputusan penting
Orang shalihj dari umat ini juga selalu memulai perang setelah shalat shubuh , bukan sebelumnya , agar shalat shubuh tidak tertinggal. Karen waktunya sangat singakat sehingga mendapat saat-saat yang di berkahi,mereka menyempatkan diri memohon pada alllahuntuk mendapat kemenangan
Khali bin Walid tidak memulai peperangan kecuali setelah shalat shubuh
Yusuf bin Tasyifin ( Panglima perang sekaligus pemimpin daulah al murab bhitun di Maroko ) tidak memulai perang Zilaqoh kecuali setelah shalat shubuh dengan pasulkannya
Qurthuz r.a memulai perang Ainun Jaluth melawan pasukan Tar – Tar langsung setelah shalat shubuh
Wassalamu'alikum Wr. Wb.